Thursday, 2 February 2017

Hukum Commerce Forex Dalam Islam

Apa Hukum Jual Beli Saham contre Valas atau Forex Assalamualikum wr. Wb. Dakwatuna 8211 Saya mau tanya menurut islam hukum dari jual beli saham dan valas (forex) itu halal, boleh, makruh, atau, haram, Dan dasar hadis, atau, ayatnya apa, waalaikum salam wr wb. Bapak Barja Ramadan yang dirahmati Allah, berikut jawaban saya terhadap pertanyaan bapak. Saya jawab dengan penjelasan agak détail supaya penjelasannya lengkap. Ketentuan hukum Islam terkait Jual beli Saham Saham hukum boleh mémurut syariah jika memenuhi kétentouan sebagaimana yang akan disebutkan. Ketentuan yang dimaksud adalah: Saham harus memiliki sous-jacent yang melandasinya. Oleh karena itu actif saham tidak boleh berbentuk uang saja. Saham harus berbentuk barang (tidak boleh menjual saham yang berbentuk uang). Pada prakteknya, setah perusahaan emiten berhasil menjual sahamnia de passer perdana, maka saham tersebut tidak boleh diperjualbelikan de bursa kecuali setelah dijalankan menjad usaha riil dan uang atau modal tersebut sudah berbentuk barang. Actif barang harus yang dominan Jika actif perusahaan bermacam-macam barang, jasa, uang dan piutang, maka komposisi barang harus dominan. Pour ulama kontemporer memberikan batasan, actif de bahwa non barang tidak boleh lebih dari 51. L'acteur de l'acteur est un acteur majeur de la musique, qui est un adepte de la littérature et de la musique. Maka yang mengikuti kaidah di atas. Jika asset perusahaan bermacam-macam barang, untuk menentukan jenis barang, yang menjadi sous-jacent, ditentukan, yang dominan (aghlabnya). Kaidah yang berlaku jika bermacam-macam actif Jika Perusahaan d'actifs bermacam-macam terdiri dari barang, jasa, uang dan piutang, maka kaidah yang berlaku sesuai dengan Usaha perusahaannya yaitu sebagai berikut: Jika Usaha perusahaannya berbentuk investasi actif (barang, dan jasa) tersebut, Maka saham tersebut boleh diperjualbelikan de passer bursa tanpa mengikuti kaidah sharf, dengan syarat harga (passer) dari barang dan jasa tidak boleh kurang dari 30 dari actif total perusahaan. Jika usaha perusahaannya berbentuk jual beli mata uang, maka saham tersebut boleh diperjualbelikan de passer bursa kecuali dengan mengikuti kaidah sharf. Jika usaha perusahaannya berbentuk investiasi dalam piutang, maka saham tersebut boleh diperjualbelikan de passer bursa dengan mengikuti kaidah utang piutang. Ketiga bentuk aktivitas di pasar bursa di atas dibolehkan dengan syarat tidak dijadikan sebagai hilah untuk melakukan sekuritasi utang dengan visage menggabungkan barang dan jasa tersebut kepada utang. (1) Emiten atau Perusahaan Publik Harus memenuhi Kriteria sebagai berikut: Jenis Usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan akad serta cara pengelolaan Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah tidak boleh bertentangan dengan Prinsip-prinsip Syariah. Jenis kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Di antara Kegiatan Usaha yang bertentangan dengan prinsip tersebut antara lain: Melakukan investasi pada Emiten (Perusahaan) yang pada saat transaksi Tingkat (Nisbah) utang Perusahaan kepada Lembaga Keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya Lembaga Keuangan konvensional (ribawi), termasuk perbankan dan Asuransi konvensional Karena kedua hal di piñatas termasuk aktivitas ribawi yang diharamkan dalam nash: Perjudian dan permainan atau judi yang perdagangan yang karena termasuk maisir de Dalam de (judi) yang Islam Produsen, distributeur, Serta pedagang makanan dan Minuman yang haram dan Produsen, distributeur, penyedia de danatau Barang-barang ataupun jasa yang merusak morale bersifat mudara Emiten atau Perusahaan Publik yang bermaksud menerbitkan Efek Syariah wajib untuk menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang sesuai dengan syariah atas Efek Syariah yang dikeluarkan. Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah wajib menjamin bahwa kegiatan usahanya memenuhi Prisip-prinsip Syariah dan memiliki Responsable de la conformité de la charia. Dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik yang menerbitkan Efek Syariah sewaktu-waktu tidak memenuhi persyaratan tersebut di atas, maka Efek yang diterbitkan dengan envoyeririnya sudah bukan sebagai efek syariah. Harga pasar dari Efek Syariah le harus mencerminkan nilai valuasi kondisi yang sesungguhnya dari aset yang menjadi dasar penerbitan Efek tersebut danatau sesuai dengan mekanisme passer yang teratur, wajar dan efisien serta tidak direkayasa. Pelaksanaan transaksi harus dilakukan menurut prinsip kéhati-hatian serta tidak diperbolehkan mélakukan spekulasi dan manipulasi yang di dalamnia mengandung unsur terlarang, di antaranya: Bai Najsy. Yaitu melakukan penawaran palsu, hal ini sesuai dengan hadits larangan bai najsy. Bai al-madum. Yaitu melakukan penjualan atas barang (efek syariah) yang belum dimiliki (vente à découvert), itu maknanya menjual saham yang belm menjadi tanggung jawab, dan itu terlarang sesuai dengan hadits: Insider trading. Yaitu memakai informasi orang dalam untuk memperoleh keuntungan atas transaksi yang dilarang. Marge de négociation (bai al-hamisy). Yaitu melakukan transaksi atas efek syariah dengan fasilitas pinjaman berbasis bunga atas kewajiban penyelesaian pembélien efek syariah tersebut, Jual beli saham tidak boleh dengan pinjaman berbunga dari broker saham atau yang sejenisnya. Ihtikar (Penimbunan). Yaitu melakukan pembélien atau dan pengumpulan suatu efek syariah untuk menyebabkan perubahan harga efek syariah, dengan tujuan mempengaruhi pihak lain. (2) Suatu Efek dipandang thaih memenuhi prinsip-prinsip syariah apabila thai memperoleh Pernyataan Kesesuaian Syariah. Efek Syariah mencakup Saham Syariah, Obligasi Syariah, Reksa Dana Syariah, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Syariah, dan surat berharga lainnya yang sesuai dengan Prinsip-prinsip Syariah. Ketentuan hukum Islam terkait Jual beli Valas Sebagaimana dalam dijelaskan fatwa DSN Nomor: 28DSN-MUI III2002 tentang jual beli mata uang (al-Sharf), bahwa bentuk-bentuk transaksi jual beli Valas yang diharamkan adalah sebagai berikut: Transaksi Forward. Yaitu transaksi pembélien dan penjualan valas yang nilainya ditetapkan pada saat sekarang dan diberlakukan untuk waktu yang akan datang, antara 2 x 24 jam sampai dengan satu tahun. Hakum transaksi en avant adalah haram. Karena harga yang digunakan adalah harga yang diperjanjikan (muwa8217adah) dan penyerahannya dilakukan de kemudian hari, padahal harga pada waktu penyerahan tersebut belum tentu sama dengan nilai yang disepakati. Échange de Transaksi. Yaitu suatu kontrak pembélien atau penjualan valas dengan harga endroit yang dikombinasikan dengan pembélien antara penjualan valas yang sama dengan harga en avant. Hukumnya haram. Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). Option Transaksi. Yaitu kontrak untuk memperoleh hak dalam rangka membeli atau hak untuk menjual yang tidak harus dilakukan atas sejumlah unité valuta asing pada harga jangka waktu atau tanggal akhir tertentu. Hukumnya haram. Karena mengandung unsur maisir (spekulasi). (3) Hal ini sesuai dengan hadits-hadits Rasulullah Saw, di antaranya:: - - Yang artinya, Ubadah Bin cendres Shomit ra meriwayatkan bahwa Rasulullah a vu bersabda: (penukaran) antara emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, syair Dengan syair, korma dengan korma, garam dengan, garam, itu, harus, sama, dibayar, kontan. Jika berbeda (pénukaran) barang di atas, le maka juallah barang tersebut sekehendak kamu sekalian dengan syarat de bayar kontan. (H. R Ahmad) Berdasarkan fatwa DSN. transaksi jual beli mata uang pada prinsipnya Boleh dengan ketentuan sebagai berikut: Tidak untuk spekulasi (Untung-untungan) Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (simpanan) Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya Harus sama dan Secara Tunai (attaqabudh). Apabila berlainan jenis maka, harus, dilakukan, dengan, nilai, tukar (kurs), yang berlaku, pada saat, transaksi, dilakukan, secara tunai. (4) Dua ketentuan terakhir d'atas itu sesuai dengan ketentuan jual beli mata uang yang dibolehkan adalah sebagai berikut: Jual beli mata uang sejenis hérus diserahterimakan secarai tunai dan sama nominal dan jumlahnya. Jual beli mata uang yang berbéda jenis itu harus diserahterimakan secarai tunai. Maka jual beli mata uang yang berbeda jenis dengan perbédan harga itu dibolehkan. (5) Di antara praktek jual beli valas yang dibolehkan adalah transaksi Spot. Yaitu transaksi pembélien dan penjualan valuta asing (valas) untuk penyerahan pada saat itu (au comptoir) atau penyelesaiannya paler lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh. Karena dianggap tunai, sedangkan, waktu, dua, hari, dianggap, sebagai, proses, penyelesaian, yang, tidak, bisa, dihindari, dan merupakan, transaksi, internasional. Wallahu alam. (1) (Al-Maayir asy-Syariyah n ° 21 tentang Saham, Haiatu al-Muhasabah al-Murajaah al-Muassasat al-Maliyah al-Islamiyah, Bahreïn, (4) fatwa DSN Nomor: 28DSN-MUIIII2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf). Fatwa Nom du DSN: 28DSN-MUIIII2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf). (5) fatwa Nom du DSN: 28DSN-MUIIII2002 tentang jual beli mata uang (al-sharf).Majlis Fatwa Kebangsaan: Hukum Pelaburan Forex Suzardi Maulan 16 février , 2012 Pelaburan forex yang dessinateur de la plate-forme en ligne internet adalah haram. Keputusan ini telah pun originat muzakarah Majlis Fatwa Kebangsaan. Ini kerana muzakarah mendapati bahawa perdagangan pertukaran mata wang asing (forex) oleh individu secara lani (spot individuel forex) melalui platfom Elektronik mengandungi unsur-unsur seperti riba melalui pengenaan intérêt de roulage, pensyaratan jual beli dalam pemberian hutang melalui levier, qabd yang tidak jelas ketika transaksi pertukaran, penjualan mata wang yang tiada dalam pegangan dan spekulasi yang melibatkan perjudian. Tuan dapat Membaca kenyataan Lanjut Seperti berikut: le pada de Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-98 yang 13-15 Februari 2012 Telah membincangkan Hukum Perdagangan Pertukaran Matawang Asing oleh Individu Secara Lani (spot individuel Forex) Melalui platfom Elektronik . Muzakarah Telah membuat keputusan Seperti berikut: Setelah mendengar taklimat dan penjelasan Pakar daripada Akademi Penyelidikan Syariah Antarabangsa Dalam Kewangan Islam (ISRA) serta meneliti Keterangan, hujah-hujah dan pandangan yang dikemukakan, Muzakarah menegaskan bahawa perdagangan pertukaran mata wang asing (forex) oleh Individu Secara Lani (spot forex individuel) melalui platfom elektronik adalah melibatkan item ribawi (iatu mata wang) dan dari sudut fiqhiyyah ia tertakluk di bawah hukum Baie al-Sarf yang perlu dipatuhi syarat-syarat umum jual beli dan syarat-syarat khusus bagi Baie al-Sarf Seperti berikut: Conditions Coûts-Conditions Coûts umum jual beli: pihak yang berakad mestilah mempunyai kelayakan melakukan Kontrak (Ahliyyah al-Taaqud) Harga belian hendaklah diketahui dengan Jelas oleh kedua-dua pihak yang berakad Item belian hendaklah Suatu yang wujūd dan dimiliki sepenuhnya oleh pihak yang menjual Serta boleh diserahkan kepada pembeli Sigha akad hendaklah menunjukkan keredhaan kedua-dua pihak, tidak ada unsur penempohan dan sighah ijab dan qabul mestilah bersepadanan dan menepati antara satu sama lain dari sudut ciri-ciri dan kadarnya. Conditions Coûts-Conditions Coûts Khusus Bay al-Sarf: Berlaku taqabbudh (penyerahan) antara kedua-dua article yang terlibat dalam plateforme forex sebelum kedua-dua pihak yang menjalankan transaksi berpisah daripada majlis akad Jual beli matawang hendaklah dijalankan Secara lani dan tidak boleh berlaku sebarang penangguhan dan Akad jual beli al-sarf mesti bebe daripada khiyar al-Syart. Selain memenuhi syarat-syarat tersebut, Muzakarah juga menegaskan bahawa operasi perdagangan pertukaran mata wang asing (forex) hendaklah bebas daripada sebarang unsur riba, elemen al-Salaf wa al-Bay (pemberian hutang dengan syarat dilakukan transaksi jual beli), unsur perjudian, gharar Yang berlebihan et dan kezaliman atau eksploitasi. Berdasarkan Kajian terperinci yang Telah dilakukan, Muzakarah mendapati bahawa perdagangan pertukaran mata wang asing (forex) oleh Individu Secara lani (forex spot individuel) melalui platfom elektronik mengandungi unsur-unsur Seperti riba melalui pengenaan intérêt rollover, pensyaratan jual beli dalam pemberian Hutang melalui effet de levier, Qabd yang tidak jelas ketika transaksi pertukaran, penjualan mata wang yang tiada dalam pegangan dan spekulasi yang melibatkan perjudian. Selain itu ianya juga tidak sah dari sisi undang-undang Kerajaan Malaisie. Sehubungan itu, Muzakarah bersetuju memutuskan bahawa perdagangan pertukaran mata wang asing (forex) oleh individu secara lani (forex spot individuel) melalui platfom elektronik yang ada pada masa ini adalah haram kerana ia bercanggah dengan kehendak syarak dan juga tidak sah dari sisi undang-undang negara . Selaras dengan itu, umat Islam adalah dilarang daripada mélibatkan diri dalam perdagangan mata wang seumpama ini. Muzakarah juga menegaskan bahawa keputusan yang diputuskan ini tidak terpakai ke atas urus Niaga pertukaran mata wang asing menerusi kaunter di pengurup wang berlesen Niaga pertukaran mata wang asing dan yang dikendalikan oleh institusi-institusi kewangan yang dilesenkan di bawah undang-undang Malaisie. Laporan akhbar mengenai Keputusan Majlis Fatwa Kebangsaan: KOTA BHARU: Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan semalam memutuskanumat Islam haram menguananan système perniagaan pertukaran wang asing. Pengerusi Jawatankuasanya, Tan Sri Dr Abdul Shukor Husin, berkata ini kerana perniagaan yang dilakukan melalui pertukaran wang asing seperti itu tidak menepati hukum syarak dan menimbulkan keraguan di kalangan umat Islam. Hasil kajian jawatankuasa ini, kita dapati perniagaan pertukaran wang asing membabitkan spekulasi mata wang dan ini bercanggah dan berlawanan dengan hukum Islam. Oleh itu, Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan memutuskan bahawa umat islam diharamkan daripada menguanan system perniagaan cara demikian, katanya kepada pemberita selepas mempengerusikan mesyuarat Jawatankuasa Fatwa Kebangsaan Ke-98 di sini. Abdul Shukor berkata banyak isu yang meragukan mengea perniagaan pertukaran asing, ole itu umat islam tidak perlu menceburkan diri, tambahan pula kegiatan itu membabit penggunaan internet di kalangan individu, yang menyebabkan untung rugi tidak menentu. Lain-lain jenis perniagaan pertukaran wang asing, seperti melalui pengurup wang atau dari banque ke bank dibenarkan, kerana ia tidak menimbulkan spekulasi mata wang atau untung rugi yang tidak menentu, katanya. Beliau berkata, keputusan lain yang turut dicapai dalam mesyuarat itu ialah mengharuskan umat Islam membuat pelaburan atau membuat simpanan melalui Skim Sijil Simpanan Premium (SSPM) yang dikendalikan Banque Simpanan Nasional (BSN). Katanya keputusan itu dessinat selepas jawatankuasa berkenaan berpuas hati dengan kaedah pelaksanaannya melalui taklimat yang disampaikan oleh pihak panneau syariah Banque Negara pada muzakarah itu. BERNAMA


No comments:

Post a Comment